Setelah kematian kedua orang tuanya, AZKA sangat dibenci oleh ketiga adik perempuannya, SISKA, MISKA, dan JESSICA. Ketiganya salah paham, mengira Azka adalah pembunuh orang tua mereka. Semakin benci saat Azka sebagai kakak tertua bertindak tegas untuk melindungi mereka dari orang-orang jahat. SISKA, adik kedua, menganggap Azka sengaja menghancurkan pertunangannya dengan seorang laki-laki kaya yang ia cintai. MISKA, adik ketiga, membenci Azka karena tidak menyetujui hubungannya dengan laki-laki preman. Sementara JESSICA, adik bungsu, merasa tidak punya kebebasan karena Azka terlalu protektif padanya. Mereka pun jadi kejam pada Azka. Azka dibiarkan kelaparan, kesakitan, sampai akhirnya meninggal dunia. Siapa sangka, Azka diberikan kesempatan kedua untuk hidup kembali. Sejak saat itu, Azka tidak lagi menindak tegas adik-adiknya, tapi dibiarkannya ketiga adiknya itu hidup sesuai keinginan masing-masing. Harta warisan dibagi rata, dan mereka usir Azka dari rumah. Sesuai kenyataan di masa depan, semua keputusan adiknya membawa malapetaka bagi diri mereka masing-masing. Sementara Azka coba hidup bahagia bersama sang kekasih hati, ELSA. Namun, sebagai seorang kakak laki-laki, ia tetap punya hati dan membantu adik-adik perempuannya yang kesusahan.